Cumen cerita, Menyibak hikmah, ngaji, serba serbi, syukur, keseharian, hiburan, mikir, kearsipan

Tampilkan postingan dengan label Literasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Literasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 November 2019

Menulis(3)

7 Oktober 2019
Satu tulisan 📝 di blog WordPress setiap harinya. Tulisan untuk membantu memoriku menyimpan perjalanan hidup. Bahkan tulisan membuka tabir logika yang belum terungkap. Proses merangkai kata demi kata memperjelas alur pemikiranku. Menyusun paragraf demi paragraf meninggalkan pola pikir yang logis dan terperinci.

Sudut kehidupanku, pekerjaan di kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mendominasi tema tulisan. Jabatan pengelola arsip menjadi pijakan dalam pengembangan tulisan. Pun, para pembaca tulisanku berada pada komunitas pekerja arsip.

Arsip itu hampir menjadi idealisme bahkan terbukti menjadi mata pencaharian demi menghidupi keluarga. Kearsipan juga yang menjadi simbol eksistensi diri di tengah pergaulan pertemanan. Melewati masa sepuluh tahun, membuktikan diri sebagai arsiparis.

Sisi kehidupan sosialku tatkala lepas dari pekerjaan adalah Perumahan Villa Tanah Baru. Di wilayah bermukim tersebut terjadi interaksi dan membuat cerita. Puluhan tulisanku tercipta karena jabatan ketua RT.

Tulisan ku yang lain adalah kenangan bersama anak dan istri. Suatu kebanggaan diri dan merasa perlu, kenangan bersama keluarga tertangkap melalui tulisan. Berharap teringat saat tua nanti dan terbaca oleh anak anaku kelak.

“terus menulis untuk bertambahnya tulisan di blogku untuk mengimbangi hari yang semakin cepat berlalu” pikirku.

Lebih dari dua ratu tulisan dan lebih dari seratus ribu kata telah kurangkai hingga hari ini. Tulisan pada blogspot mencapai hampir tiga ratus ribu pembaca, dengan lebih dari sepuluh tahun. Kini kurang dari dua tahun baru kudapat lebih dari dua belas ribu pembaca.

Kini, saat merasa diri telah dikenal sebagai penulis, otaku terjebak pada satu pertanyaan. Untuk maksud dan tujuan apa, hari hari mengejar satu tulisan untuk dipublikasikan di Blog WordPress.

Apa maksud nya, mengcopi tautan tulisan ke beberapa Whatsapp Grup? Mengapa harus terpancing dengan jumlah pembaca? Untuk apa dikenal sebagai seorang penulis?

Sedikit cerita sebulan terakhir, diri ini merasa telah mendapatkan sesuatu dengan menulis. Menargetkan kondisi kehidupan dengan rangkaian kata kata. Membentuk opini orang disekitarku dengan narasi paragraf demi paragraf.

Meski bukan terukur dengan nilai rupiah, namun target itu nyata kurasakan. Diri ini meyakini betul kondisi yang kutargetkan telah tercipta dari tulisan tulisanku.

Detik ini, saya sampaikan bahwa” Aku berlindung kepada Sang Pencipta Kehidupan dari keyakinan diri tentang kekuatan tulisan”. Otak ini harus kembali bahwa yang menyebabkan sesuatu terjadi adalah Kehendak dari Allah semata.

Dan semoga dari kegiatan menulis, saya bisa lebih bermanfaat kepada orang lain. Semoga dapat terus sadar, tulisan hanya menjadi salah satu cara saja untuk menargetkan kondisi kehidupan yang aku inginkan. Bukan jalan yang diyakini untuk mendapatkan sesuatu.

Jika nanti dengan tulisan, berubah kehidupan ku, aku akan mengembalikan pada keyakinan bahwa “Kehendak dari Sang Pencipta saja lah yg menjadikan itu”.

Semoga bermanfaat

Menulis (2)

Mengatakan kepada dunia dengan tulisan. Menyatakan perhatian kepada suatu urusan dengan rangkaian kata kata. Memotret kejadian dengan menulis. Mendokumentasikan perjalanan kehidupan melalui susunan paragraf demi paragraf. Meninggalkan cerita untuk dibaca kembali saat masa tua tiba.

Begitu banyaknya alasan untuk saya dapat terus mengelola blog. Begitu termotivasi untuk terus menulis. Bukan sekedar update status, bukan hanya berani berkomentar di media sosial, bahkan hanya perdebatan pada grup grup, namun perlu mengurai, perlu melengkapi penjelasan kalimat.

Berbagai persoalan kehidupan, menjadi berbeda ketika berani menuliskan. Cara menyampaikan kondisi persoalan melalui tulisan, akan menemukan perspektif yang lebih lengkap. Hal hal yang belum terfikirkan sebelumnya, dapat muncul setelah menulis beberapa paragraf.

Meski tulisan ku masih jauh dengan pendekatan ilmiah, namun dengan menulis aku semakin belajar logika sebab dan akibat. Tulisan membuka cakrawala permasalahan untuk ditemukan penyebabnya. Satu penyebab bisa jadi berdampak untuk permasalahan selanjutnya.

Hal yang menjadi semangat dalam menulis adalah berusaha memberi manfaat kepada para pembaca. Bukan memanfaatkan tulisan untuk keuntungan sesaat. Atau sekedar menguji kepercayaan diri dalam menyampaikan sudut pandang. Suatu kepercayaan diri sebagai penguat diri, sehingga mampu untuk berdaulat.

Munculah perasaan tersanjung yang saat tulisan kita mendapatkan respon. Menggerakkan otot serta saraf ketika tulisan kita dibaca banyak orang. Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/06/25/menulis/

Pun hari ini, Sabtu, 13 Juli 2019. aku mendapat respon positif dari kebiasaan menulis. Di WA grup dimana aku mempromosikan tulisan agar dibaca orang. Grup yang terjalin karena ikatan program studi yang berisi alumni intas angkatan. Grup yang berisikan mantan mahasiswa kearsipan. Berikut kutipannya:
[13/7 13.12] Suprayitno: 👍Ayo yg hoby nulis. Mas @⁨nurul muhamad⁩ monggo cuap2 blognya diwujudkan dalam paper Diplomatika 😊
[13/7 13.27] Suprayitno: Ah, saya gk percaya klo nunggu *mapan*. 😀 Lha idennya Mas Nurul udah potensi untuk diolah jadi tulisan ilmiah lho… Tinggal ikuti ketentuan gaya selingkungnya de el el. 😊
[13/7 13.27] Rina Rakhmawati: sepakat dg mas prayit..kami sudah lama nunggu tulisannya mas nurul lho…
[13/7 15.40] Rina Rakhmawati: 😊
semoga suatu ketika nanti ada tulisan njenengan di jurnal mas,🙏

Sehari sebelumnya , seorang teman kantor yang sudah promosi di unit kerja lain, menyampaikan tanggapan ketika aku menulis https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/07/12/mainan-thole/
Berikut kutipannya:
[12/7 13.32] yogo Tri Prayogo: KERENS !!!
[12/7 13.33] yogo Tri Prayogo: Pembaca diajak membaca dan larut dalam bacaan

Sebulan yang lalu, dari beberapa warga dimana aku ditunjuk sebagai petugas ketua RT. Menambah tenaga ajaib untuk terus belajar menulis. Tulisan dengan tema lingkungan tempatku bermukim pada tautan
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/06/28/vtb/

Berikut kutipannya:
[29/6 05.14] dawai: Keren Pak RT. Tks
[29/6 10.40] pratama: Kereeeennn bangeeeettt… Cocok jadi penulis handal nih…. Ayo Pak RT, bikin buku kumpulan cerita pendek tentang kehidupan sehari2 di VTB… 😇👍👍👍
[29/6 11.35] dawai: Ini pertama di Indonesia… pasti menarik Pak
[29/6 11.40] pratama: Iya Pak Dawai..nanti kita jual dan tawarkan ke production house utk dibuat sinetronnya… Atau kita bikin sendiri… Pakai Channel youtube. Kalau subscribernya banyak, penghuni VTB gak usah lagi ada iuran bulanan seumur hidup… Ketutup sama penghasilan dari Youtube.. Bahkan kalau viral seperti Atta Halilinta, ada subsidi tiap bulan utk setiap KK di VTB… 😍👍👍
[29/6 11.43] retno: Idenya bagus pak munpung Pak RT sedang sangat Produktif dan rajin pangkal Pandai 😊😊
[29/6 13.22] pratama: Pak RT mungkin adalah jalan petunjuk Allah agar di Komplek kita bisa bebas iuran bulanan selamanya… 😇 🙏 🙏

Tulisan yang dibaca orang melalui internet bisa jadi telah menaikkan derajat kehidupan. Tulisan yang tidak masuk di rubrik koran atawa majalah bulanan suatu institusi pun menjadikan hidupku lebih bermakna. Makna dari doktrin agama agar manusia dapat bermanfaat kepada kehidupan di sekitar nya.

Mungkin nalar ini belum dapat mengikuti tatanan redaktur. Bahkan untuk jurnal ilmiah, Aku pun belum teruji melalui tulisan skripsi bahkan tulisan tesis. Mohon maklum ya…. Bagiku simpel dan sederhana saja, dengan tulisan kita dimudahkan untuk mengambil hati istri. Nih WA nya 😂😛
[12/7 14.30] istri: Ak td di kantor buka blog e bpk
[12/7 14.30] istri: Bc tulisan yg bt anak2
[12/7 14.31] istri: Bagus ih, mlh pgn tak jilid jd buku😬😬

#yukBermanfaatTukSesama

Menulis (1)

Asyiknya menulis. Selain seni literasi juga bikin pengalaman merinding. Bulu kuduk merasa berdiri ketika seorang dosen kearsipan di salah satu Universitas ternama mengkonfirmasi artikel untuk dijadikan salah satu bahasan dalam gelar doktoral. Tulisan pada tautan https://nurulmuhamad.blogspot.com/2013/01/perkembangan-paradigma-kearsipan-di.html?m=1
Artikel tersebut terkait perkembangan paradigma kearsipan yang dipengaruhi oleh teori administrasi negara.

Meski beda platform blog dengan saat ini, namun masih bertujuan sama, hanya untuk menyimpan catatan tentang apa yang saya laksanakan di kehidupan keseharian. Salah satunya dalam melaksanakan tugas sebagai arsiparis. Saya beranggapan bahwa tulis menulis akan menuntun pola pikir dan pola tindakan dalam menjalani kehidupan.

Sehubungan dengan tujuan menulis dan isi tulisan hanya terkait aktivitas keseharian, metode penulisan pun boleh dibilang jauh dari kriteria ‘ilmiah’. Tulisan pada blog ini pasti tidak memenuhi persyaratkan metode penulisan pada jurnal kearsipan, majalah kearsipan, atau media publikasi lain yang dimiliki suatu lembaga.

Berkah tulisan berkesempatan menjadi pengajar dalam suatu workshop dalam rangka pekerjaan konsultan. Pada tahun 2009, seorang tenaga ahli di perusahaan konsultan manajemen perkantoran memberikan porsi seperempat hari kepada saya untuk menjadi pembicara workshop bersama para sekretaris di suatu perusahaan swasta di Jakarta Selatan. Waktu itu tema “index”

Lebih dari itu semua, saya kepikiran untuk mengulangi lagi karena penuangan ide tulisan masih belum terstruktur dan sistematis. Jika hidup boleh memilih, cukup dua pengalaman di atas saja yang menjadi catatan untuk memotivasi kebiasaan menulis.

Tulisan yang menceritakan keseharian dalam urusan kearsipan, hanya saya jadikan bumbu dan menjadi pemanas semangat bekerja. Pilihan bidang pekerjaan yang sesuai dengan angan2 sejak lepas dari pendidikan menengah atas.

Coba saja jika para pembaca berkenan untuk mereview judul judul tulisan dalam blog saya ini. Penentuan judul tulisan yang kadang belum sepenuhnya mencerminkan isinya.

Judul tulisan pada blog ini pun belum mengelompok sesuai dengan sistematika dalam bekerja. Tema tersebut antara lain aturan pekerjaan, bahan kerja, tata cara bekerja, perkembangan pengetahuan dan ketrampilan bekerja, pengalaman kerja, hasil kerja, perlengkapan bekerja, jabatan arsiparis, dan lingkungan kerja, serta serba serbi lainnya.

Namun demikian, saya merasa termotivasi dan menjadi kepuasan dalam menulis adalah ketika mereview kembali blog dan melihat statistik pembaca. Statistik pembaca berdasarkan artikel atau tulisan sampai dengan hari Selasa, 25 Juni 2019 masuk dalam kelompok tema ‘jabatan arsiparis” telah dibaca sebanyak 173 kali.
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/02/13/penilaian-arsiparis-via-skp/

Peringkat kedua setelah artikel di atas adalah tema ‘ hasil kerja’ yang telah dibaca sebanyak 154 kali pada tautan
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/04/01/catatan-kerja-arsiparis/

Posisi ketiga yakni sebanyak 154 kali adalah artikel pada tautan https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2018/12/03/arsiparis-teladan/

Dari ketiga judul tulisan di atas, mempunyai kesamaan judul yakni kata “arsiparis”. Jumlah pembaca tersebut mencerminkan promosi tulisan yang sering dilakukan hanya pada WAG arsiparis.

Platform wordpress versi android ini menjadi lapak kedua saya setelah sebelumnya blogspot. Sebagai pendatang baru, tepatnya sembilan bulan yang lalu terdaftar sebagai warga wordpress, capaian total pembaca 6.200 kali merupakan tambahan motivasi untuk menulis.

Pada blog sebelumnya dg platform blogspot, capaian pembaca sampai hari ini adalah 284 ribu yang hanya menampilkan 200 an artikel.

Akhirnya, semoga kebiasaan menulis dapat membentuk pola pikir yang lebih sistematis dan terstruktur. Semoga bermanfaat