Cumen cerita, Menyibak hikmah, ngaji, serba serbi, syukur, keseharian, hiburan, mikir, kearsipan

Senin, 19 Desember 2022

Ditjen Migas


"Tolong dong ke ruang rapat wijarso,di ruang tersebut ada foto para mantan dirjen migas, fotoin!!! Ini pensiunan mau nyusun sejarah migas" Pena eks Kabag Umum Kepegawaian dan Organisasi pada tanggal [14/12 09.01]. Aku pun mengirim foto tersebut. 


Penggalan keterhubungan itu menguak bahwa catatan suksesi kepemimpinan menjadi bagian dari sejarah intansi. Instansi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menjadi satu entitas kemigasan Indonesia. 

Kamis, 08 Desember 2022

FGD NADINE

Dinamika pengguna aplikasi persuratan dijaring oleh Kepala Bagian Tata Usaha Biro Umum KESDM. Demi meraih peningkatan kinerja kementerian, pendalaman atas praktik implementasi nadine menunju rekomendasi perbaikan. Selain edukasi pengguna, nyatanya diperlukan optimalisasi fitur aplikasi diperlukan demi mendekatkan pada azas kedekatan pengguna (user friendly).

Gedung Pusat Arsip Kementerian ESDM, 8 Desember 2022. Puluhan pegawai dalam urusan administrasi umum menjelma pada forum yang mewakili unit organisasi diantaranya Sekretariat Jenderal Ditjen Migas, Ditjen Minerba, Ditjen EBTKE, Itjen, BPSDM, dan Badan Geologi.

Selain itu listing pengguna aplikasi pada ANRI dengan aplikasi SRIKANDI yang menjadi Program Nasional mampu menggaet Kementerian Perindustrian sebagai wahana studi tiru untuk Kementerian ESDM. Bu Anna, Sub Koordinator Kearsipan yang menggawangi implementasi aplikasi SRIKANDI untuk Biro Umum Sekjen Kemenperin menjadi inspirasi.

Pasalnya, aplikasi persuratan yang telah mampu mengatasi masa pandemi covid 19 dengan TNDE dan Ratnik nya, mulai digeser dengan menghadirkan Aplikasi Umum Kearsipan Dinamis versi SPBE. Tentu hal tersebut mengingatkan Kementerian ESDM yang telah melalui masa dimana setiap unit organisasi harus menggeser aplikasi persuratan masing masing dengan integrasi NADINE.

Integrasi dengan teknologi SOA via Telkom untuk beberapa aplikasi persuratan pada unit organisasi kala itu, mencirikan sistem berpotensi resiko. Terlebih sejak tahun 2018 dengan masa tenggang satu tahun terjadi pergeseran kebijakan penganggaran dan pengembangan TIK yang harus tersentral di PUSDATIN.

Akhirnya, tulisan ini hanya menjadi catatan kecilku sebagai arsiparis yang mengikuti FGD NADINE. Dimensi otomasi persuratan telah dilibas oleh digitasi dan disposisi elektronik sampai tahun 2020. Kini dengan agenda perpindahan IKN dan Implementasi SPBE sektor pemerintah Umum, aplikasi telah mampu memproduksi surat digital.

Saatnya menyambut ekosistem digital dimana infrastruktur dan suprastruktur TIK terintegrasi secara Nasional. Last, sampailah pada hipotesa samar akan konservasi arsip elektronik. 

Selasa, 06 Desember 2022

Forum Ketatausahaan KESDM

Kurang memperhatikan penggunaan bahasa Indonesia,risiko pesan tidak tersampaikan dan reputasi institusi menjadi pertaruhan. Selama dua jam lebih, kedua telinga dan perhatian tertuju pada paparan direktur Narabahasa.

Bertempat di Ruang Seminar, Balai Layanan Perpustakaan, dimana terdapat diorama arsip Jogja, wawasanku pun menyasar tentang penggunaan bahasa Indonesia dalam penyusunan Naskah Dinas. Acara yang digelar oleh forum Ketatausahaan di lingkungan Kementerian ESDM pada hari Jumat, 2 Desember 2022.

Suasana cukup hangat untuk mendengarkan konsultan bahasa Indonesia yang memiliki latar belakang pemrograman komputer dan Wikipedia bahasa Indonesia. Adalah Ivana Lanin direktur narabahasa, membawakan paparan terkait laras dan satuan bahasa.

Akhir dari keikutsertaan ku di acara Forum ketatausahaan Kementerian ESDM aku pun mendapatkan teknik dari tiga kriteria pengukuran bahasa Indonesia yakni penulisan kata baku, ejakan, dan padanan istilah. Melalui tautan kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, kita dapat mengakses untuk membantu penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penyusunan naskah dinas yakni

  1. https://kbbi.kemdikbud.go.id/ untuk mengecek penggunaan kata baku

  2. https://ejaan.kemdikbud.go.id/ untuk penulisan ejakan yang disempurnakanh

  3. ttps://pasti.kemdikbud.go.id/ untuk padanan istilah asing yang telah diserap ke dalam Bahasa Indonesia

Jumat, 02 Desember 2022

Penataan Arsip Hulu Migas

Series arsip yang merupakan rekaman kegiatan Hulu Migas adalah wilayah kerja, eksplorasi, pengembangan, dan eksploitasi. Arsip disusun berdasarkan series arsip hulu sebagaimana keputusan Menteri ESDM Nomor 167.K tahun 2020 tentang Klasifikasi Arsip di Lingkungan Kementerian ESDM. Penataan mendasarkan klasifikasi arsip.

Rabu, 30 November 2022 di Ruang Rapat Gedung Pusat Arsip KESDM. Aku memaparkan penataan arsip inaktif Hulu migas kepada unit pengolah dan pelaksana kearsipan di Sekretaris Direktorat Jenderal.


Memulai dengan dasar hukum pelaksanaan kegiatan yang telah diatur dalam peraturan menteri ESDM 2/2020 tentang Penyelenggaraan Kearsipan di Lingkungan KESDM, dan dua Keputusan Menteri 167 dan 187 yang menetapkan instrumen wajib kearsipan yakni Klasifikasi arsip, Sistem Klasifikasi dan Keamanan Akses Arsip Dinamis, Jadwal Retensi Arsip.

Secara teknis, istilah "penataan" diperuntukkan untuk arsip inaktif. Sedangkan untuk arsip aktif lebih dikenal dengan istilah "pemberkasan". Langkah penataan arsip dibedakan menjadi dua yakni untuk arsip teratur dan arsip tidak teratur? Apakah perbedaannya?

Arsip teratur merupakan arsip inaktif yang dipindahkan dari unit pengolah disertakan dengan daftar arsip. Sedangkan tidak teratur adalah arsip yang telah berada di ruang pengolah namun tidak diketemukan daftar sehingga memerlukan proses yang lebih banyak ketimbang pada arsip teratur.

Setelah memaparkan langkah langkah penataan arsip, aku pun melanjutkan untuk sedikit mendalami seri arsip yang terdapat dalam klasifikasi. Sejak tahun 2020, Seri arsip hulu migas telah mengalami perubahan dimana sebelum nya berada pada kode 13 yang tertuang dalam peraturan Menteri ESDM nomor 056 tahun 2006.

Pada bagian akhir, paparan dihadapan forum tertuju pada daftar arsip yang menunjukkan volume 566 boks. Daftar arsip yang telah tersusun tersebut masih diperlukan pengolahan data untuk kemudian dikelompokkan sesuai klasifikasi MG.04. 

Senin, 28 November 2022

Arsip Penguatan Sosial Petani Cilacap


525 Petani Kabupaten Cilacap direncanakan menerima program konversi BBM ke BBG. Penguatan Sosial yang merupakan Program Nasional terus di genjot oleh pemerintah bersama DPR RI melalui pendistribusian paket konventer kit mesin pompa air untuk petani.

"Tahun ini adalah kedua kalinya" Tutur Bapak Slamet Nova Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap saat ditemui penulis di kantornya. Lokasi pendistribusian berada di kecamatan Kesugihan dan Kecamatan Sidareja.

Paket konkit untuk petani sasaran terdiri Mesin Pompa Air Terisi Oli, 1 tabung gas3Kg, konkit, bracket dan Tool kit, selang LPG, regulator, selang, manual book dan kartu garansi, oli prima XP 2 liter, manual paket.

Akhirnya, tulisan ini menjadi arsip (rekaman kegiatan) dalam implementasi program strategis Direktorat Jenderal Migas yakni konversi BBM ke BBG untuk Petani Sasaran. Entitas kemigasan di Indonesia terus menginisiasi ketersediaan sumber energi. Bahan Bakar Minyak yang melambung seiring harga minyak dunia menjadi tantangan program penguatan sosial khususnya petani dan nelayan

Senin, 21 November 2022

Arsip nya ketemu oi

Penelusuran arsip tahun 2009 pun terhenti kala Kasubkor Wilayah Kerja Non Konvensional mengirimkan pena pada 2/11 13.08 WIB. "Alhamdulillah ketemu Om, Lt 4. Sak map ijo tak pinjem dl nggih". Tulis pak Firdaus. Naskah dinas bertanda tangan JPT Madya di kantor ku itu telah diketemukan.

Satu episode penelusuran arsip tersebut menceritakan kepadaku bahwa kerapian saat proses penciptaan arsip menjadi satu diantara indikator lain dalam pengarsipan. Pasalnya, isi naskah dinas yang dicari tidak tercatat pada aplikasi persuratan sehingga tidak terbaca melalui data base berkata kunci "perihal" surat.

Sehari setelah arsip diketemukan, aku pun memproses digitasi atau pemindaian. File PDF dicocokkan dengan database aplikasi persuratan di kantorku dengan kata kunci nomor naskah. Hasilnya, terdapat kecocokan nomor surat. Namun demikian tidak terdapat perihak surat pada data surat berkurun waktu tahun 2009.

Sampai disini, nalarku pun kembali mempertanyakan validitas dari database aplikasi persuratan internal di kantorku yang telah dipergunakan oleh para petugas persuratan dalam memberikan nomor surat sejak tahun 2003. Ketidaksesuaian antara nomor naskah dinas dengan isi atau perihak surat bisa saja terjadi.

Akhirnya, tulisan ini akan menjadi ingatanku bahwa database aplikasi persuratan perlu verifikasi dengan mengunggah file PDF terkait. Catatan untuk pertugas arsip yang melakukan proses pengunggahan file PDF sesuai data surat antara lain melakukan edit dengan menyesuaikan isi surat/perihal surat yang terdapat di aplikasi persuratan sesuai dengan fisik suratnya.

Minggu, 20 November 2022

Situ RawaKalong


"Pak besok ke Rawa" Tanya Nasywa menjelang tidur... Situ Rawa Kalong, Danau buatan di daerah Depok Jawa Barat yang di poles oleh Pemerintah Provinsi (Pemda). Tawaranku untik mengisi akhir pekan disambutnya penasaran oleh anak pertama.

Daerah resapan atau penyimpanan air demi menjaga keharmonisan alam menjelm menjadi pusat wisata rakyat. Agustus silam, gubernur Jawa Barat, Balak Ridwan Kamil meresmikan Revitalisasi Situ Rawa Kalong Depok Jawa Barat yang menelan biaya 20 milyar rupiah. Sumber 👇https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/megapolitan/read/2022/08/05/13421871/resmikan-situ-rawa-kalong-depok-ridwan-kamil-ajak-bonge-scbd

Riuh ramai warga sekitar di bulan November 2022, memadati sekitar panggung apung di atas danau buatan tersebut. Penjaja makanan dan hiburan untuk anak melengkapi ruang publik yang telah berhasil direvitalisasi. Akhirnya, aku bersama ketiga bocah mulai mengenal ramahnya lingkungan sarana publik di Depok Jawa Barat. 

Arsip Kebencanaan Gunung Api.

Arsip aktivitas sejak Normal, Waspada, Siaga sampai dengan level IV yakni Awas merupakan rekaman kegiatan di Balai Penyelidikan dan Penngembangan Teknologi Kebencanaan Gunung Api. Unit Pelaksana teknis di bawah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, rekaman kegiatan terkait kebencanaan Gunung Api.

Pun arsip teknis mitigasi berupa pemanfaatan lahan di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) berkategori arsip penting dalam lingkup mitigasi bencana Gunung berapi. "Jika akan ada even berkemah di kawasan rawan bencana, sekolah atau institusi dapat meminta rekomendasi ke kantor kami" Jelas Bu Sulis , sub pokja gunung berapi.

Sampai disini, ancaman, pemantauan dan penilaian bahaya dalam konteks mitigasi menjadi metode peringatan kebencanaan sejak dini. Ancaman primer berupa awan panas, lontaran lava pijar, gas beracun dan abu vulkanik. Ancaman skunder berupa lahar hujan.


Pemantauan Gunung berapi melalui seismik, deformasi, geokimia, Visua-cuaca melengkapi survey geofisika, UAV/Drone, dan survey geomorfologi. Kemudian penilaian bahaya melalui kondisi bahaya terkini di antaranya skenario bahaya, prediksi aktivitas, Prediksi daerah terancam, serta pemodelan awan panas, abu dan lahar.

Melalui Maket Gunung Merapi, aku mulai menerima penjelasan Bu Sulis, kasub kelompok kerja Gunung Berapi yang berkantor di Jalan Cendana Yogyakarta. Setelah kami serombongan diterima dengan mesra Ibu Tin, Kasub Bagian Umum, maket yang persis berada di area pintu masuk Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Gunung Api, menjadi sarana desiminasi informasi kebencanaan Gunung api.

Terdapat lima pos pengamatan Gunung Merapi yang letaknya mengelilingi gunung sebagai lokasi berkantornya pengamat Gunung api dimana terdapat Stasiun pemantauan gunung api terbanyak se Indonesia yakni 150 titik.

Gunung Merapi yang dekat dengan pemukiman masyarakat telah terpetakan pada klasifikasi kawasan rawan bencana disingkat dengan KRB. Tingkatan rawan ditunjukkan dengan warna merah, pink, dan hijau sebagaimana warna yang dipergunakan secara internasional. Begitu pun dengan indek resiko bahaya karena dekat dengan pemukiman.


Tidak hanya maket, terdapat pula banyak poster, perconto atau contoh batuan, alat pemantau seismograph yang di relay secara langsung atau yang sudah tidak dipergunakan karena terganti dengan teknologi digital. Di Kantor yang beralamat di Jalan Cendana Yogyakarta (selatan stadion Mandala Krida, dan sebelahnya GOR AmongRogo), kita dapat menerima pembelajaran tentang Gunung berapi.

Akhirnya, apa yang kudapat di tanggal 18 November 2022 adalah hasil kunjungan kearsipan. "Arsip itu bukan hanya gudang penyimpanan saja" Kataku ber api api di ruangan 209 lantai 2. Tim kerja yang menangani arsip dokumen negara, perlu menyelami kegiatan utama di suatu instansi. Dengan begitu, arsip dapat didudukan sebagai dukungan manajemen organisasi dan sumber informasi yang turut mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Rabu, 16 November 2022

BBG (bahan bakar gas) & Petani

"Nek nganggo pertalite, iso patang liter, kae sak tabung gas wae durong entek" Kata petani dengan nomor kartu 60130106........ Aku pun menimpali, pengakuan tersebut yang katanya lebih mengirit ongkos dalam mengairi sawah pertanian mereka. "Itu kejadian taun lalu pak? ", kataku. Pak Tani itu pun menjawab "enggak baru kemarau kemaren di pergunakan".

Aku pun paham, karena petani di Kabupaten Bantul Yogyakarta yang dikoordinir oleh Dinas Pertanian (Pemerintah Daerah), telah menerima paket bantuan Pemerintah Pusat bersama DPR RI dan Pertamina sebanyak 750 paket. Tahun 2022 direncanakan sebanyak 250 paket yang akan diberikan sehingga selama tiga tahun, seribu (1000) petani menerima manfaat dari program konversi BBM ke BBG.

Satu paket bantuan terdiri dari Mesin Pompa Air Terisi Oli, 1 tabung gas3Kg, konkit, bracket dan Tool kit, selang LPG, regulator, selang, manual book dan kartu garansi, oli prima XP 2 liter, manual paket.

Proses pengambilan bantuan paket perdana yakni

  1. Petani datang membawa: Mesin lamaKTP, Kartu Keluarga, Kartu Tani, FC bukti kepemilikan lahan (Sertifikat Tanah)

  2. Petani dikasih nomor urut dan di foto bersama mesin lama oleh petugas

  3. Data petani di verifikasi oleh dinas

  4. Data petani di input oleh petugas serta petani menandatangani surat pernyataan dan berita acara

  5. Petani foto bersama paket mesin yang baru

  6. Petani foto bersama mesin baru dengan keadaan menyala dan mengeluarkan air

Tanggal 16-18 November 2022 merupakan jadwal proses distribusi yang berlokasi di salah satu Outlet Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di Jl. Lkr. Mindi Jl. Pertanian No.RT.01, Ngentak, Sumberagung, Kec. Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55781

Akhirnya, tulisan ini hanya akan menjadi saksi Penguatan sosial melalui Subsidi dengan program konversi BBM ke BBG untuk Petani menjadi episode kehadiran Negara untuk Rakyatnya. Hidup Rakyat

Selasa, 15 November 2022

Pajak Tahunan STNK Drive Thrue



Meski calo bersliweran, nyatanya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Samsat Sleman Yogyakarta telah memudahkan wajib pajak. Layanan melalui loket oleh tiga orang. Satu orang petugas penerima berkas, satu orang operator komputer, dan satu orang petugas keuangan. Tak begitu lama muncul nilai rupiah tanggungan wajib pajak. Nilai yang persis saat aku cek melalui aplikasi GO-JEK.

Berkas pembayar pajak hanya STNK Asli dan Kartu Identitas Asli sebagai alat verifikasi. Setelah pencetakan formulir Surat Keterangan Pajak Daerah PKB/BBN-KB dan SW-JASA RAHARJA, aku sampaikan uang pembayaran. Sampai disini, aku pun menyaksikan bahwa sudah tidak ada lagi persyaratan fotokopi STNK, KTP, dan BPKB yang biasa disebut dengan berkas pembayaran.

Loket Drive Thrue di Samsat Sleman terletak di area yang cukup longgar untuk maju kendaraan roda tiga dan roda empat. Jarak loket yang berada pada arah masuk dan keluar cukup memberikan jarak demi kenyamanan pengguna layanan publik.

Senin, 14 November 2022

Jalan Malem Kereta Api

Pameran foto tokoh nasional seperti Menteri, Anggota DPR RI, Gubernur, Bupati bahkan artis saat naik kereta api di lantai dasar stasiun Gambir Jakarta, seolah mengabarkan branding Badan Usaha Milik Negara PT Kereta Api Indonesia yang terus melesat. 

Pajangan foto foto itu berhasil menghentikan langkahku menuju lantai 1, peron 3 menuju gerbong Argo Cheribon dengan Kode 28. Melalui layanan tiket online versi android KAI Access dengan gerai pembayaran Indomaret, jadwal pemberangkatan ke Kota Cirebon pada pukul 19.40 WIB, menjadi pilihan demi mencukupkan jarak tempuh rumah Depok ke Gambir dan juga alasan masih membersamai keluarga di hari libur.

Jasa abang GO-JEK yang juga GO-SEND barang Toko Mangga 2 pun telah mempertemukan jalan rejeki untuk ongkos 74 ribu sebelum berhasil meraih antrian pada mesin pencetakan tiket atau chek in pada jam 18.29 WIB pada Hari Minggu, 13 November 2022. Dari sinilah kutemukan kilauan wajah stasiun Gambir yang dulu sering aku kunjungi demi bertemu dengan kampung halaman.

Pun di Stasiun Cirebon yang cukup legendaris bagi pecinta moda transportasi berjalur khusus sejak zaman kolonial. Sambutan tukang becak yang begitu akrab tepat di depan pintu keluar berhasil menenangkan rasa khawatir. Penginapan Grage Hotel yang kumasuki tepat di tengah malam dan nasi Jamblang Khas kuliner Cirebon telah melengkapi Jalan Malam Kereta Api. 

Malam kedua pun datang untuk pilihan arah Semarang dan Yogyakarta. Jalan malam Kereta Api mengantarkan ku ke Gerbong 5, kursi 6D kode 76,BIMA dengan tujuan akhir Surabaya. Seingatku, kereta ini cukup kencang dan menjadi kereta level atas sebelum datang kelas priority dan Slepper. 

Pemberangkatan Cirebon (CN) pukul 19.55 WIB ke Yogyakarta (YK) tiba pukul 00.09 WIB berhasil mengungguli pilihan tujuan ke Semarang Poncol. Approval kantor yang tak kunjung datang dan kendala teknis lainnya menghanguskan tiket yang Kereta Api Ceremai seharga 170.000 rupiah. Sampai disini suasana syahdu pringsewu Coffe Stasiun dan Kopi Ronggo Jati menemani dua batang rokok 🚬 sebelum melanjutkan jalan malam kereta api. 

Akhirnya, jalan malam kereta api 🔥membawa memori tiap dua pekan untuk kembali ke Sleman pada masa bujangan. Moda transportasi yang berhasil mengenalkanku tentang Ibu Kota Negara Indonesia. Bahkan bisa dikatakan kereta api mengantarkanku ke perjalanan hidup sebagai Kaum Urban. 


Senin, 07 November 2022

Arsip Air Bersih, Sumur Bor KESDM

Pada ruang kaca itu tersirat pesan Energi Berkeadilan untuk masyarakat di Indonesia yang belum dapat menjangkau kebutuhan air bersih. Melalui ruang kaca yang terlihat kotak arsip berwarna biru itu, nalarku terbawa pada kondisi geografis dan geologi nusantara yang menyimpan air bersih demi kehidupan. Bahkan ruang kaca itu mengingatkanku pentingnya dokumentasi hibah unit sumur bor demi menghadirkan negara untuk rakyatnya.

"Paling tua dokumen hibah tahun 2016" Kata bu Cucu, arsiparis pada Bagian Umum Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan. "Sebagian besar dokumen hibah, telah dipindahkan ke ruang arsip inaktif dekat Perpustakaan". Tambahnya, saat aku kunjungi di hari Senin, 7 November 2022.

Sebanyak 2.288 sarana air bersih unit sumur bor sejak tahun 2005 sampai tahun 2018 telah diserahkan kepada masyarakat di seluruh penjuru nusantara. Sumber:

http://infopublik.id/kategori/sorot-ekonomi-bisnis/406444/kementerian-esdm-serahterimakan-aset-204-sumur-bor-dan-4-068-unit-bmn-ebtke-ke-pemda?show=#

Jutaan orang telah terbantu dengan mahalnya Investasi layanan air bersih. Ribuan permohonan dari pemerintah daerah (Pemkot dan Pemkab) telah dipenuhi oleh pemerintah pusat (Kementerian ESDM) demi menghadirkan waktu produktif yang hilang karena jangkauan air bersih sulit didapatkan.

Rekaman informasi tersebut menambah wawasan ku sebagai arsiparis saat ajakan bu cucu di ruang kerja kelompok kerja Hibah pada Bagian Umum pada Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Bandung Jawa Barat. Pun lemari arsip atau filling cabinet yang berlabelkan BA Cek Fisik Sumur Bor 2020 yang diindek sesuai nama kabupaten atau kota penerima hibah.

Foto cek fisik yang menyertakan arsiparis sebagai pelaksana memperlihatkan dokumentasi rumah genset, bak penampung, panel listrik, genset, rumah sumur bor, meter air, dan sumur bor berdasarkan tahun perolehan dan keterangan pemanfaatan diberkaskan bersama arsip pengelolaan BMN yang nantinya akan dihibahkan ke penerima Hibah.

"Seminggu di kantor, seminggu di lapangan" kata Bu cucu untuk menggambarkan aktivitas kearsipan yang melekat pada fungsi Tata Usaha yang membawahi Kepegawaian, Keuangan, dan Umum pada Pusat di bawah Badan Geologi. "Terkadang bisa saja sepuluh hari berada di lapangan dimana sumir bor harus di cek satu per satu sebagai persiapan inventarisasi dalam rangka hibah BMN kepada masyarakat" tambah ibu yang terlihat gesit di lingkuo ke-TU-an.

Akhirnya, wawasan ku terkait Air Tanah dan Geologi Tata lingkungan mensinyalir aktivitas pengarsipan di unit kerja yang bukan saja memelihara berkas melalui filling namun sampai pada penjilidan dokumen sebagai bentuk dokumentasi yang lengkap demi ketersediaan rekaman kegiatan organisasi. 

Kamis, 03 November 2022

Arsip Survey Dan Pemetaan Geologi Kelautan Bandung

Arsip Peta antara lain Anomali Magnet Total Perairan Laut Jawa, 1993, Sedimen Permukaan Dasar Laut Surabaya 1998, Penampang litologi Inti dan bantuan dasar Laut perairan di Tanjung Pandan 1995. Sebaran Tekstur Sedimen Permukaan Dasar Laut Perairan Pontianak 2011 tersimpan di lemari kartografi pada Balai Besar Survey dan Pemetaan Geologi Kelautan.

Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan pada tingkatan pembangunan. (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional/Bakosurtanal 2005)

https://www.e-jurnal.com/2013/11/pengertian-peta-menurut-para-ahli.html?m=1


Selasa, 1 November 2022, surat tugas pimpinan mengantarkan nalarku untuk mulai mendalami konservasi rekaman informasi peta tematik Survey dan pemetaan Geologi kelautan. Sarana penyimpanan arsip peta berbeda dengan arsip konvensional lainya yang lebih mendekati lemari pada umumnya. Lemari peta di desain khusus untuk menyimpan lembaran kertas berukuran besar.

Penyimpanan arsip peta untuk jangka waktu yang cukup lama dengan kondisi gulungan, bisa jadi tidak mendukung proses konservasi informasi arsip. Maka dari itu, bidang afiliasi pada Balai Besar tersebut telah memiliki sarana penyimpanan berupa lemari khusus arsip peta yang ditempatkan di ruangan terpisah dari arsip konvensional lainnya.

Bu Iis, arsiparis yang ditemui penulis menyampaikan bahwa dengan dileburnya Badan Litbang KESDM ke BRIN, Balai Besar Survey dan Pemetaan Geologi Kelautan yang disingkat BBSPGL menginduk ke Badan Geologi sejak Tahun 2022. Arsiparis yang baru dilantik pada tahun 2019 tersebut berada di urusan kesekretariatan, dan tidak menangani secara langsung keberadaan arsip peta.


Sampai disini, nalarku pun terbawa pada keterhubungan isi informasi arsip yang terekam dalam media kertas berukuran besar memerlukan sarana penyimpanan yang perlu kesesuaian. Selain ukuran, kesesuaian unit kerja atau kelompok kerja yang memiliki tugas dan fungsi terkait bertanggung jawab keberadaan penyimpanan rekaman informasi. Dalam hal ini dapat disebut pula keterkaitan antara kontek, konten, dan struktur arsip.

Selain meninjau ruangan arsip peta, aku pun diajak oleh bu Iis untuk melihat kondisi penyimpanan arsip inaktif dan arsip kepegawaian. Ruang arsip yang menjadi domain tugas bu Iis adalah ruang arsip inaktif, sedangkan ruang arsip kepegawaian menjadi domain tugas para pengelola kepegawaian atau saat ini menjadi IFT Analis Sumber Daya Manusia.

Akhirnya, ucapan terimakasih kepada arsiparis, bu IIs yang telah berkenan mendampingi koordinasi terkait pengelolaan dan prasarana penyimpanan arsip peta Geologi Kelautan dalam kerangka Peningkatan Ketersediaan Arsip Hulu Migas. Di gedung pemerintahan yang dulu bernama P3GL atau Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, aku bertemu dengan keramahan petugas penjaga rekaman informasi Peta tematik Geologi Kelautan. 

Kamis, 27 Oktober 2022

Tata kelola naskah dinas

Kejelasan aktor pelaksana dan proses bisnis naskah dinas menjadi diskusiku. Berbagi sudut pandang antar arsiparis pada Kamis ,27 Oktober 2022 demi mengawal draft Keputusan Menteri terkait penerapan Naskah Dinas Elektronik di ruang rapat A, Pusat Arsip Kementerian ESDM.

Nyatanya jabatan sejak pimpinan tinggi, aministrator, dan fungsional yang diwujudkan dalam kode dan peran pelaksana serta pengadministrasi umum menjadi penting untuk didefinisikan ke dalam proses bisnis level kedua.

"Caraka yang telah mengirim surat Menteri harus menginput tanda terima pengiriman surat" Ujar Toni. Kebutuhan Mail Handling untuk naskah dinas yang dikirim melalui email, pos, maupun secara langsung memerlukan dokumentasi. Tentu caraka sebagai satu diantara jabatan fungsional umum menjadi peran bersama agendaris dalam proses bisnis kearsipan di level ke dua demi memenuhi kehandalan dokumentasi naskah dinas. 

Bermula tahap penciptaan arsip yang merupakan proses bisnis level 0 yang terurai dalam aktivitas pembuatan dan penerimaan naskah dinas sebagai proses bisnis kearsipan di level 1. Pembuatan naskah dinas terdiri dari tujuh proses bisnis level kedua seperti diantaranya

  1. menginput atribut naskah,

  2. mengunggah PDF konsep surat,

  3. mengkorekai net konsep naskah dinas,

  4. memberikan spesimen tanda tangan elektronik,

  5. memberikan nomor naskah untuk penandatanganan basah,

  6. mengirim naskah,

  7. Dan diakhiri dokumentasi dalam bentuk jurnal pengiriman

Sampai disini, pendalaman proses bisnis dilengkapi dengan entitas berupa output proses bisnis dan nanti dijelaskan peran aktor pelaksananya. Aktor pelaksana yang menginput atribut naskah dilakukan oleh staf pelaksana. Atribut naskah dinas tersebut antara lain:

  • Tujuan surat yang terwakili kode jabatan sebagai identitas akun aplikasi nadine.

  • Jenis atau bentuk naskah yang nanti menjadi dasar urutan nomor naskah dinas

  • Kode klasifikasi akses informasi naskah yang teridentifikasi "T" Untuk terbatas, "B" Untuk biasa, dan "R" Untuk informasi yang bersifat rahasia.

  • Kode klasifikasi instansi dan klasifikasi masalah yang merupakan kode unik kearsipan di lingkungan Kementerian ESDM

  • Jabatan penandatanganan melalui koreksi jabatan berjenjang

  • Dan seterusnya

Kemudian untuk proses bisnis level 1 yang merupakan bagian kedua dari tahapan penciptaan adalah yakni penerimaan naskah dinas dan dokumentasi surat masuk yang terwujud dengan fitur jurnal disposisi.

Hal di atas merupakan catatan kecilku dalam membersemangati arsiparis Kementerian ESDM. Kepada mereka aku menaruh tongkat estafet pembangunan kearsipan. Mereka yang aku datangi di Kampus pada tahun 2010 telah menjelma dalam peran konseptor pembinaan dan kebijakan teknis kearsipan di KESDM.

Terakhir, aku pun bersyukur dan akan mendedikasikan diri dengan sedikit wawasan yang dapat aku bagikan. Aku pun siap kapan saja untuk belajar bersama, untuk saling mendebat logika penjaga rekaman kegiatan demi tersusun konsep dokumen pembinaan kearsipan sebagai dukungan manajemen Kementerian. 

Rabu, 26 Oktober 2022

Modul Kearsipan

Proposal pengembangan modul kearsipan pada aplikasi naskah dinas elektronik, membawaku dalam diskusi di hari Selasa dan Rabu 25-26 Oktober 2022 di Pusat Arsip Kementerian ESDM. Sebagai suatu dokumen tertulis, penyusunan proposal menggambarkan detil kebutuhan modul kearsipan yang nantinya akan disampaikan kepada pranata komputer.

Bukan saja isian proposal, namun lebih mendalam dari sudut pandang arsiparis beserta pemahamannya untuk mampu presentasi dihadapan ahli TIK. Penyampaian pemilik bisnis proses Kearsipan yang dapat dicerna oleh unit Pusdatin akan menciptakan kolaborasi pengembangan modul kearsipan.

Bahan kerja yang dipergunakan dalam diskusi adalah Keputusan Menteri PAN dan RB nomor 679 tahun 2020 tentang Persyaratan Aplikasi Umum Bidang Kearsipan Dinamis (AUBKD), aplikasi srikandi versi ujicoba, dan aplikasi nadine kementerian ESDM.

Tujuan diskusi untuk mendapatkan draft atau konsep dokumen dasar pengembangan aplikasi nadin atau sebagaimana diatas pada tulisan ini, saya sebut Proposal Pengembangan Modul Kearsipan.

Deskrepsi Aplikasi yang terbungkus pada aplikasi perkantoran (ngantor) pada bagian nadin telah eksisting dipergunakan seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian ESDM yang menunjang administrasi naskah dinas sejak tahun 2020. Aplikasi nadin telah dianggap mampu mengimplementasikan Proses Bisnis Pengelolaan Arsip Dinamis pada level 1 yakni Penciptaan.

Target diskusi adalah adanya Software Requirements Spesification untuk memberikan gambaran modul kearsipan dimana sebagai implementasi bisnis proses level 1, yakni pemeliharaan dan penyusutan arsip. Kebutuhan pengguna kearsipan untuk pemeliharaan dan penyusutan antara lain pemberkasan, penataan dan penyimpanan arsip.

Peran aktor pelaksana pada modul kearsipan antara lain : Pengelola arsip dalam hal ini disebut dengan operator aplikasi nadin. Sekretaris yang merupakan pegawai yang melekat pada Jabatan Pimpinan Tinggi. Jabatan Fungsional tertentu arsiparis dan pengawas yang merupakan pejabat struktural di bidang tata usaha dan umum serta sekretariat.

Sampai disini terdapat delapan bisnis proses yang merupakan tahapan pemeliharaan arsip yakni

  • membuat berkas,

  • memilih berkas,

  • memberkaskan,

  • membuat daftar berkas.

  • Menginput informasi arsip

  • Mengolah informasi arsip

  • Membuat daftar arsip inaktif

  • Menyimpan arsip

Sedangkan untuk tahapan penyusutan, tim telah menentukan batasan dengan pemindahan arsip inaktif. Meski hanya pemindahan,namun level unit kearsipan yang mencapai tiga tingkatan dengan empat jenis organisasi yakni Direktorat Jenderal,Badan, Inspektorat Jenderal dan Sekretariat Jenderal memiliki karakteristik organisasi. Bisnis proses nya terdiri atas

  • Permohonan

  • Verifikasi

  • Penerimaan

  • Berita acara

Output yang tercipta sebagai entitas data kearsipan ialah daftar berkas, daftar isi berkas, daftar arsip inaktif, daftar arsip yang dipindahkan. Tentu setiap entitas memiliki kriteria minimal seperti sebagai standar metadata yang diperlukan dalam membentuk data.

Akhirnya, sedikit tulisan ini hanya menjadi wujud semangat pengabdian. Istilah recehnya "menggugurkan kewajiban dalam peran ASN di suatu komunitas administrasi pemerintahan. Arsiparis sebagai jabatan fungsional pada urusan administrasi pemerintahan yang bersifat umum terus dituntut mampu berkolaborasi dengan Pranata Komputer dalam bingkai Tranformasi Digital. 

Senin, 24 Oktober 2022

Penyimpanan Berkas Perseorangan

Kala CV Pensiunan dibacakan oleh Sesditjen Migas mengiringi pemakaman Bapak Iin Arifin Tahyan pada hari Minggu, . Kala itu mengalir pemaknaan kearsipan untuk berkas perseorangan Pejabat Tinggi Madya (KP.12). Arsip menjadi bahan dasar informasi yang berguna untuk peradaban manusia.

Penggalan kalimat diatas mengawali diskusi bersamaan pemaparan mahasiswa PARI UGM Yogyakarta, Jesica dan Elena. Penataan dan penyimpanan berkas perseorangan di Unit Kearsipan Ditjen Migas yang menjadi Praktek Kerja Lapangan (PKL), mengantarkan nilai guna kearsipan.

Jesica memulai pemaparan dengan adanya arsip konvensional yang sudah tidak lengkap dikarenakan masa transisi pengelolaan digitasi berkas perseorangan ke sistem komputer yang dinamakan Sistem Informasi Kepegawaian atau dikenal dengan "Sipeg".

Sampai disini, Jesica mendapatkan masukan untuk mendalami lingkungan kerja maupun literasi kebijakan instansi yang mengatur pengelolaan kepegawaian. Perjumpaannya dengan Saudara Ardhian Kusuma sebagai salah satu pengelola kepegawaian saat menelusuri SK CPNS dan SK Kenaikan Pangkat untuk satu nama pegawai yang kemudian membutuhkan format PDF demi kelengkapan "dosir kepegawaian" akan mendudukkan penyimpanan arsip kepegawaian.

Pun Elena, kala harus mewawancarai Imran, calon Analis Kepegawaian yang menelusuri arsip pensiun tahun 2008. Empat bekas tahun setelah masa inaktif, berkas perseorangan pejabat tinggi madya pun kembali mengemuka. Melalui penerima layanan kearsipan, Elena mulai memahami nilai guna kearsipan untuk peradaban manusia.

Akhirnya, tulisan ini hanya akan menjadi catatan kecilku dalam mewarnai dunia kearsipan. Selain pemahaman teknis, pengolahan arsip menjadi informasi perlu digenjot untuk dapat termakan oleh publik. Basis infomasi bersumber dari kearsipan yang begitu luas perlu trik marketing dan obyek barang jualan.

Bukan keuntungan yang sempit, namun keuntungan demi menjadi bagian dari usaha pencerdasan kehidupan bangsa. Mahasiswa Kearsipan perlu memiliki sudut pandang informatif, inovatif dalam penataan dan penyimpanan sampai nanti ujungnya pada bentuk layanan kepada para pengguna. Saatnya kearsipan dapat turut meramaikan dukungan manajemen dalam area informasi bermutu tinggi. 

Kamis, 20 Oktober 2022

Kinerja via Mail Handing (Persuratan Migas)

Gedung Lasut, Pusat Survey Geologi Bandung, 20 Oktober 2022. Dukungan Peningkatan Kinerja Direktorat Jenderal melalui Monitor Mail Handing dilaksanakan oleh Tata Usaha Ditjen Migas. Kehadiran Pak Adit, Kabag Tata Usaha dan Protokol Biro Umum Kementerian ESDM memberikan suntikan semangat para petugas sekretariat pimpinan.

Kebersemangatan Maulana dan Dewo nampak berbinar pada raut wajah yang tak mampu ditutupi disaat keseharian berada di ruang surat Dirjen harus ke luar kota demi jalinan koordinasi dan komunikasi antar petugas sekretariat naskah dinas. Sebagai petugas operator pusat pada unit organisasi Kementerian ESDM, mereka bertugas memonitor tindaklanjuti arahan Menteri yang sampai ke Kantor Direktorat Jenderal Migas.

Naskah dinas atau yang biasa dikenal dengan surat, bisa jadi adalah output pekerjaan administrasi pemerintahan yang nampak biasa saja. Namun sebagai media rekam informasi tertulis Kedinasan, naskah dinas atau surat memegang peranan penting setidaknya dalam tinjauan dukungan peningkatan kinerja dari Jabatan Pimpinan Tinggi.

Gambaran keseharian dari Tata Usaha Menteri yang disampaikan pada forum tersebut diantaranya : Menteri menggunakan disposisi manual. Selain nadin, dilakukan pula backup pencatatan via google sheet, setelah diberikan disposisi, TU Menteri mengupdate PDF selendang surat, replace di akun pengawas, diteruskan ke akun menteri. Notifikasi print out yang disampaikan ke meja kerja Menteri.

Untuk alur surat keluar bertanda tangan Menteri, saat ini melalui tinjauan yuridis Biro Hukum dimana terlebih dahulu Unit Organisasi menyampaikan konsep Sekretaris Jenderal KESDM. Paraf koordinasi yang diberikan pada konsep surat keluar sebelum ditandatangani Menteri menjadi isu nilai autentik dan tingkatan akses suatu dokumen negara.

Sampai disini, gelaran acara ketatausahaan Ditjen Migas menarik diriku untuk menyampaikan pendapat dalam forum. Nyatanya beban kerja persuratan memerlukan kesamaan persepsi sejak Biro Umum dalam melaksanakan pembinaan ketatausahaan Cq. Naskah Dinas. Surat Edaran Sekretaris Jenderal tentang jangka waktu penyelesaian arahan Bapak Menteri menjadi penting untuk dikawal bukan hanya karena Ditjen Migas dalam jumlah terbanyak diantara Unit Organisasi di Lingkungan KESDM.

Selain cara koordinasi dan komunikasi yang efektif melalui pertemuan yang diusung oleh berbagai lini organisasi ketatausahaan, dibutuhkan pula sarana perkantoran seperti Pemanfaatan Teknologi Informasi Komputer seperti adanya aplikasi yang dapat menjembatani ruang dan batasan waktu monitoring arahan pimpinan.

Kehadiran excel secara online yang menjadi mesin pengolah data secara berbarengan, nampaknya akan menjadi pilihan. Fitur monitoring arahan pimpinan pada aplikasi persuratan dapat mengawali alur berfikir sistem pemberkasan secara elektronik. Kenapa?

Peran pengguna aplikasi persuratan atau dalam hal ini petugas persuratan (sekretaris, Operator Pusat, Pengawas) menjadi pintu gerbang bertemunya naskah masuk dan keluar di mana dalam kontek pemberkasan dapat memperkuat arsiparis dalam membentuk satu kesatuan berkas kerja yang utuh dan terpercaya.

Akhirnya, tulisan ini hanya menjadi dokumentasi dan gambaran peran dukungan peningkatan kinerja instansi melalui monitoring arahan pimpinan. Kesepakatan dan kesepahaman atas kegiatan ini memiliki output daftar isi berkas dan daftar berkas dimana menjadi inti dari sistem pemberkasan dalam kearsipan. 

Jumat, 14 Oktober 2022

Organisasi dan Sumber Daya Manusia Kearsipan

Penyesuaian ketersediaan formasi arsiparis di unit kearsipan Ditjen Migas yang saat ini berada pada lima orang arsiparis (2 penyelia, 2 pertama, 1 Muda, dan 1 Madya adalah hal yang menarik jika dibandingkan dengan keberadaan arsiparis eksisting di Balai Besar Lemigas yang berada pada sembilan orang" Ujarku dalam forum "Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kearsipan dan Organisasi Kearsipan di unit kerja Balai besar di Lingkungan Kementerian ESDM pada hari Jumat 14 Oktober 2022 di Gedung Arsip Pondok Ranji.

Meski agak terkesan mendompleng dari judul diskusi yang sebetulnya diinisiasi oleh Biro Umum KESDM untuk menindaklanjuti usulan Badan Geologi atas formasi arsiparis pada Balai Besar Geologi Kelautan.

Forum diskusi tersebut dibuka oleh Kabag Tata Usaha KESDM dan dilanjutkan dengan arahan kepala Biro Umum. Tiga hal yang disampaikan Ibu Upik Jamil yang merupakan oleh oleh diklat JPT Pratama urusan Umum untuk Kementerian yang diselenggarakan oleh ANRI antara lain:

  1. Penataan fisik arsip yang disusul dengan digitasi oleh seluruh unit kearsipan dari tingkat 1 sekretariat Jenderal, tingkat 2 pada unit Organisasi Ditjen dan Badan, serta tingkat 3 pada Balai Besar perlu dipercepat sampai awal tahun 2024

  2. Integrasi Nadin dengan Srikandi

  3. Sebagai ASN tetap harus mendukung program strategis pemerintah dalam hal ini Pemindahan IKN

Terkait hal tersebut tentu diskusi organisasi kearsipan menggambarkan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kearsipan yang tertera pada peta jabatan, dimana akan segera ditetapkan untuk Organisasi Kearsipan di unit kerja Balai besar di Lingkungan Kementerian ESDM.

Diskusi yang melibatkan unit Organisasi yang membawahi Balai Besar dan tidak ketinggalan unit kerja dukungan Organisasi dan Tata Laksana (Ortala pada Sekretariat Jenderal KESDM) menjadi titik mula penguatan Kearsipan dari tinjauan organisasi dimana Biro Umum selaku Koordinator Jabatan Fungsional Arsiparis.


Peta jabatan untuk arsiparis di lingkungan Balai Besar KESDM segera akan ditetapkan setelah nanti dimintakan rekomendasi ke Intansi Pembina dalam hal ini ANRI. Peta jabatan terabut sebagai tuntutan pembentukan organisasi baru yakni Balai Besar pada tahun 2022.

Sampai disini nalar kita akan tertuju pada penjelasan dari Biro Ortala bahwa sebagaimana Jabatan Fungsional tertentu lainnya bahwa rekomendasi Intansi Pembina akan mendasarkan pada pemetaan kebutuhan arsiparis yang telah disampaikan kepada Kementerian PAN dan RB.

Jika Biro Umum selaku koordinator Arsiparis telah memberi gambaran empat formasi pada tiap Balai, bagaimana pengaruhnya kepada Unit kearsipan pada unit organisasi utama? Kemudian bagaimana untuk Balai Besar yang telah memiliki arsiparis eksisting lebih dari empat?

Tulisan ini tidak juga akan mengupas lebih lanjut. Info dari wakil Biro Ortala dimana pada peta jabatan terbaru (sesuai SOTK terkini) terdapat 148 formasi arsiparis, masih baru terisi 109 arsiparis (kondisi sesuai laporan Biro Umum pada acara membingkai kembali profesi kearsipan di Bandung pada 25 Juli 2022.

Simpelnya, menurut ku sebagai arsiparis, masalah ketimpangan ketersediaan arsiparis dan tantangan riil kearsipan tidak akan paripurna untuk sepuluh tahun mendatang. Coba cek saja apakah kearsipan nasional mampu dilaksanakan hanya dengan 9.720 orang arsiparis untuk K/L dan Pemda( jumlah tersebut mengutip lampiran surat Menteri PAN dan RB Tanggal 19 September 2022 tentang Penetapan Kelas Jabatan bagi Arsiparis)

Akhirnya tulisan ini aku akhiri dengan mencuplik arahan Kepala Biro Umum KESDM.

"Organisasi Kearsipan perlu juga menjawab secara subtansi program strategis pemerintah yakni transformasi digital dengan meninggalkan cara cara lama dalam kearsipan" tutur Ibu upik

"Prakomparis" yang menjadi perpaduan antara pranata komputer dan arsiparis dapat menggambarkan kebutuhan dan mengikuti tantangan kearsipan terkini. Meski hipotesis pemanfaatan teknologi informasi pada urusan kearsipan yang mereduksi kebutuhan jumlah arsiparis masih perlu dijawab seiring waktu berjalan.

Langkah nyata Biro Umum terkait Penyesuaian komposisi arsiparis telah dilayangkan ke Biro SDM. Pembentukan RO baru pada struktur anggaran telah pula disuratkan Karo Umum ke Biro Perencanaan. Dengan adanya dukungan anggaran maka kebutuhan sumber daya kearsipan dapat terpenuhi.

Berapa banyak kebutuhan arsiparis , mempertimbangkan kebutuhan melalui analisa jabatan dan analisa beban kerja. Isi peta jabatan sangat dinamis, pengukuran harus terukur." Tutur Bu Upik Jamil.


Rabu, 12 Oktober 2022

Desiminasi Arsip Vital KESDM


Ketentuan peralihan Undang Undang nomor 43 tahun 2009 menjadi jawaban Direktur Kearsipan Pusat ANRI, Bapak Imam Mulyantono. Program arsip vital mendasarkan aturan Kepala Arsip Nasional tahun 2005.

Meski Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaan Undang Undang Kearsipan menunjuk tahun 2012, dalih tidak bertentangan dan belum adanya aturan baru, belom mendorong regulator kearsipan nasional untuk memberikan fokus pada kebijakan program arsip vital.

Sampai disini, sudut pandangku sebagai arsiparis pun harus mengangguk sepakat. Bisa jadi gagal pahamnya pembacaan program arsip vital yang termuat dalam perka ANRI karena keterbatasan lingkungan pekerjaan arsiparis. Atau bisa jadi dampak perubahan lingkungan organisasi birokrasi yang begitu pesat pasca tahun 2009.

Dua tulisan terkahirku yang pertama turut mensosialisasikan program Arsip vital kepada unit pengolah di lingkungan Ditjen Migas pada April 2022 dan diskusi bersama dua JPT Umum dan JPT PPBM pada Juli 2022. 👇

https://nurulmuhamad.blogspot.com/2022/04/program-arsip-vital.html?m=1https://nurulmuhamad.blogspot.com/2022/04/program-arsip-vital.html?m=1

https://nurulmuhamad.blogspot.com/2022/07/sinergitas-arsiparis-dan-pengelola-bmn.html?m=1Arsip vital asset Kementerian

Beranjak dari temuan pengawasan kearsipan pada Kementerian ESDM untuk penetapan daftar arsip vital, Biro Umum menginisiasi acara desiminasi program Arsip Vital dengan Narasumber ANRI pada hari Rabu, 12 Oktober 2022. Rekomendasi Tim Pengawasan Kearsipan akan ditindaklanjuti dengan rencana penetapan hasil identifikasi jenis jenis arsip vital.

Kembali nalarpun terdesak bertanya, perlu kah daftar arsip vital menunjukkan kondisi faktual suatu arsip sebagaimana status atau nilai administrasi, hukum dan keuangan unit kerja penciptanya? Bagaimana jika fisik arsip yang masuk dalam daftar arsip vital tidak diketemukan? Sejauh mana daftar Arsip vital dapat menginformasikan aset negara? Pun dapat menceritakan bukti Kementerian ESDM sebagai satu diantara entitas di negara ini sebagai penyelenggaraan komoditas hajat hidup orang banyak?

Tulisan ini bukan untuk mencari jawaban pertanyaan di atas. Aku pun memulai dari memori yang menangkap ceramah narasumber, bahwa Program arsip vital adalah environment atau lingkungan. Bukan melulu daftar Arsip namun suatu program. Di Undang Undang, Pasal 56 , tertulis kata "program, mitigasi pada bencana, penyelamatan fisik".

Sedangkan pada Peraturan Pemerintah, arsip vital itu adalah tindakan dan prosedur (environmental) musibah. Penyajian arsip vital menjadi kewajiban pencipta arsip. Pengelolaan arsip aktif menjadi rumahnya arsip vital.

Kembali lagi, mengapa program Arsip vital harus dimulai dengan penetapan daftar arsip vital oleh pimpinan unit kearsipan??? Bukankah daftar arsip adalah satu dari jenis hasil pekerjaan Kearsipan yang bermakna penyajian informasi. Sejauh mana penggolongan akses vital serta verifikasi antara daftar dengan kondisi faktual suatu dokumen negara??

Ada apa dengan daftar arsip vital Kementerian ESDM versi tim Pengawasan kearsipan? Tidak cukup kah program arsip vital yang terMuat dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan kearsipan di Lingkungan KESDM???

Narasumber pun menchalange pemahaman insan kearsipan yang tidak harus letterleg peraturan perundang undangan tentang kearsipan. Namun demikian memunculkan pertanyaanku " Bagaimana orkestrasi pembinaan kearsipan Nasional "?

Berikut riwayat program kearsipan yang telah diikuti penulis

  1. Tanggal 14 April 2022, Ditjen Migas telah mendalami arsip vital saat itu dari bu susanti ANRI dan dimana secara tegas pak direktur telah menjawab kegelisahan kami bahwa ketentuan peralihan perka 2005 masih menjadi panduan berdalihkan belum adanya aturan baru atau tidak bertentangan.

  2. Bulan Juli 2022, ibu karo dan Bapak PPBMN, duet untuk mendiskusikan arsip vital sebagai bukti kepemilikan asset dengan mengajak kami para arsiparis. Kami pun kaget tatkala kapus PPBMN menyampaikan filosofi penyimpanan arsip tanah negara (kategri vital) itu wajib pertama oleh Menteri Keuangan. Karena perlu kesiapan maka di aturan di share ke masing masing Kuasa Pengguna Barang. Pun di saat yang sama, Karo Umum memandang identifikasi arsip vital yang tidak terksan terlalu luas mengawang awang. 

  3. November 2021, direktur jenderal Migas mendatangi langsung ke ruang arsip. Professor Tutuka, guru besar ITB, yang ditekankan oleh beliau adalah, "bagaimana evakuasi kebencanaan seperti kebakaran? Sampai hari ini, kita masih menunggu perbaikannya kedaduratanNovember 2021, direktur jenderal Migas mendatangi langsung ke ruang arsip. Professor Tutuka, guru besar ITB, yang ditekankan oleh beliau adalah, "bagaimana evakuasi kebencanaan seperti kebakaran? 

  4.  Sejak 2012,unit kearsipan Ditjen Migas telah menerapkan sistem penyimpanan onstorage dan off Storage dimana sebanyak 5.300 boks di penyedia.  selain dari kebutuhan bahwa penyimpanan yang di luar gedung dan di kelola secara profesional tentu akan memiliki jaminan lebih dari penyimpanan yang menyatu yang menjadi beban kerja unit kearsipan. 

  5. UK Ditjen Migas telah menyimpan arsip vital pembayaran sampai tahun 2021, arsip personal file yang sudah tergeser dengan adanya Sipeg. Meskipun demikian tanggung jawab masih di bagian Keuangan dan Juga kelompok kerja Kepegawaian.

  6. Tahun 2012, UK Ditjen Migas pernah membuat paket pekerjaan konsultan arsip vital dimana saat itu melalui proses lelang (lebih dari 100 juta). Secara jelas konsultan menerapkan perka ANRI tahun 2005 dg output kajian. Setidaknya dua metodeI dentifikasi arsip melalui kelompok unit kerja dan identifikasi per jenis dokumen. 

Rabu, 05 Oktober 2022

Manajemen Kearsipan

Empat pekan menjalani PKL, Azra dan kawan kawan dituntut melihat kearsipan secara lebih lengkap. Bukan saja menggambarkan teknis penataan arsip dinamis dan penyimpanannya saja, namun terkait dengan pemanfaatan sumber daya kearsipan dan penyajian arsip sebagai sumber informasi.

Berpijak pada sumber daya kearsipan setidaknya perlu mempergunakan sarana manajemen dalam menjalankan kearsipan yakni melihat Man, Material, Money, Method, dan Market. Man yakni arsiparis dan para petugas kearsipan. Keberadaan arsiparis di intansi pemerintah dipayungi dengan landasan Peraturan Menteri PAN dan RB dan aturan pelaksanaan oleh Intansi Pembina yakni Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).


Material seperti sarana kearsipan sejak standar gedung dan ruangan penyimpanan arsip, roll opeck atau rak statis, keamanan dan area ruang arsip, ruang pengolahan, boks arsip, media rekam seperti tingkat keasaman kertas, kapasitas simpan arsip, pemanfaatan teknologi informasi komunikasi seperti internet, intranet, komputer, aplikasi pengolah data, pengolah kata, database dan seterusnya.

Money yakni pembiayaan berupa suatu program kerja yang terukur. Proposal kearsipan setidaknya memuat gambaran menyeluruh sehingga dapat menjadi dasar pembiayaan. TOR dan RAB yang menjadi dasar penganggaran perlu dilengkapi dengan data dukung baik administrasi maupun teknis kearsipan.


Method, dapat berpijak pada landasan teori kearsipan apakah mempergunakan pendekatan life cycle of record, record management, atau archive administration sampai pendekatan Record Continum Model. Pun diperlukan literasi peraturan perundang-undangan kearsipan sejak Undang Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Kepala ANRI, Peraturan Menteri, Keputusan sampai dengan SOP yang disepakati oleh intansi.

Yang paling terakhir yakni market atu penguna kearsipan. Sebagai sumber informasi, arsip hanya satu dari banyak entitas yang unik di area market informasi. Untuk itu penekanan "market kearsipan" berkutat pada tingkat aksesibilitas suatu arsip. Hak akses berbarengan dengan kedudukan dan kewenangan pada setiap pejabat dan pegawai. Market kearsipan bukan lagi berada pada paradigma pembuktian namun lepas landas turut serta pembangunan dalam berkeadilan dan meraih kesejahteraan bangsa.

Terakhir yang tidak kalah penting ialah point of view dari kearsipan. Kearsipan berkedudukan satu diantara urusan umum yang mendukung manajemen organisasi birokrasi. Bersamaan urusan lain dukungan atau supporting manajemen organisasi, kearsipan dituntut untuk lebih dapat diterima dan lebih efektif dan efisien. 

Jumat, 30 September 2022

Bukan hanya tentang Arsip

Jesica mendapatkan tugas menata Arsip perseorangan pegawai Ditjen Migas. Desi mengkonsep denah ruang penyimpanan arsip di Gedung Ibnu Sutowo. Widya melakukan pengolahan data sebanyak 457 nomor berkas hukum berkode HK. Azra memulai melakukan deskrepsi Arsip Hukum dengan menginput data mempergunakan aplikasi Arsip digital.

Praktek Kerja Lapangan para mahasiswa Diploma IV Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi di lantai empat Gedung Ibnu Sutowo menambah kemeriahan ruang peristirahatan rekaman kegiatan Ditjen Migas. Pun dengan kehadiran pegawai yang menelusuri bukti pertanggungjawaban keuangan untuk tahun anggaran 2020 dan 2021 untuk kebutuhan data audit internal.

Penampakan ruang Arsip yang meriah itu menjadi bukti memgawal tujuan ketersediaan Arsip yang terkuat dalam Undang Undang dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia tentang kearsipan. Ratusan ribu berkas inaktif dan tiga belas ribu boks Arsip koleksi unit kearsipan Ditjen Migas.

Realitas pekerja Arsip di instansi pemerintah harus bergelut dan berkompetisi dengan jabatan lain dalam rumpun manajemen organisasi birokrasi. Mahasiswa diajak melek bukan sekedar teknis pengelolan arsip saja namun terkait dengan unsur manajemen yang lain seperti pemanfaatan sumber daya di birokrasi demi pencerahan informasi yang terekam di dalam arsip negara.

Sampai disini nalarku teringat pada penentuan tujuan bekerja di bidang kearsipan. Selain demi mengawal konstitusi (landasan Undang Undang-undang Republik Indonesia) seperti diantaranya dalam menjamin ketersediaan arsip untuk organisasi melalui penggunaan oleh pegawai dan pejabat yang membutuhkan referensi, bahan bacaan, bukti pertanggungjawaban kerja, maka perlu mengetahui tujuan kearsipan sesuai peran tugas organisasi yang menyatu dalam manajemen birokrasi. 

Tentu terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, akuntabel. Akhirnya melalui core value Aparatur Sipil Negara (ASN) : Berorientasi pada Pelayanan, Akuntabel, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaborasi, pekerjaan kearsipan berderu demi memberikan dukungan manajemen organisasi birokrasi pemerintahan. 

Senin, 26 September 2022

Mahasiswa PARI UGM

Jesica, Azra, Widya, Desi, dan Elen, Mahasiswa Sekolah Vokasi UGM Yogyakarta pada Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi (PARI) melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di Unit Kearsipan Tingkat II Direktorat Jenderal Migas. Mereka menjalani pengenalan habitat pekerjaan kearsipan yang berada di Gedung Ibnu Sutowo Jalan HR Rasuna Said Kav B5 Jakarta Selatan. 

Pekan pertama, mahasiswa menerim pengenalan aktivitas penataan arsip keuangan pada seri Belanja Negara. Selain itu mengenali Proses digitasi dari arsip kertas ke format Pdf. Pengelolaan kearsipan di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kearsipan di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 

Evaluasi terhadap para mahasiswa tersebut dilaksanakan dengan penugasan penyusunan laporan. Mahasiswa PKL diharapkan mampu mendeskripsikan pekerjaan dan dapat memberi masukan atas praktek kearsipan di unit kearsipan.

Masukan dari mentor PKL adalah menambahkan pada laporan terkait kedudukan organisasi Ditjen Migas sebagai bagian dari entitas industri Migas Nasional. Terdapat entitas organisasi yang mewakili negara dalam pengelolaan sumber daya alam fosil Migas. Pengenalan organisasi mengantarkan mahasiswa PKL memahami konsepsi Organisasi Kearsipan yang terdiri dari Unit Kearsipan dan Unit Pengolah. 

Selain itu, pemahaman organisasi Ditjen Migas akan mengantarkan wawasan mahasiswa atas kedudukan atau fungsi kearsipan di instansi pemerintahan. Fungsi kearsipan yang tidak tertulis pada struktur dan organisasi tata kerja (SOTK) dilekatkan pada fungsi "tata usaha" Atau "umum". Berada pada lini Unit kerja Sekretariat Direktorat Jenderal yang memberikan dukungan manajemen teknis untuk organisasi Ditjen Migas. 

Pekan kedua, mahasiswa PKL menerima pengenalan aktivitas Penataan dan Penyimpanan Arsip Inaktif. Langkah langkah teknis aktivitas tersebut dipresentasikan dihadapan mentor untuk membekali para mahasiswa saat terjun langsung menangani penataan Arsip inaktif secara teratur. Pengenalan aktivitas penyimpanan secara offstorage dan onstorage menjadi bahan untuk laporan ketiga setelah pendalaman kebijakan organisasi tentang kearsipan di lingkungan Ditjen Migas. 

Memasuki pekan keempat PKL di Unit Kearsipan, mahasiswa mendapatkan arahan agar lebih teliti dalam pelaksanaan tugas sesuai dengan langkah langkah teknis kearsipan di Ditjen Migas. Tantangan kepada Mahasiswa DIV PARI sebagai embrio calon arsiparis tingkat keahlian adalah bagaimana mengkritisi sistem dan menjawab tantangan dunia industri informasi berbasis Arsip negara. 

Minggu, 11 September 2022

Memori Jargas di Pusat Arsip KESDM

Memori kolektif energi⚡, cq. gas untuk rumah tangga bisa dilihat dengan program pemerintah tentang konversi minyak tanah ke gas Lpg 3 Kg sejak tahun 2007. Direktorat Jenderal Migas sebagai satu diantara entitas kemigasan Indonesia terus mengawal program diversivifikasi energi. Pengaturan komoditas untuk hajat hidup orang banyak pun diintervensi dengan APBN demi mendekatkan prinsip keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Sambungan Gas Rumah Tangga yang diawali dari konsep City Gas melalui APBN yang kemudian banyak dikenal dengan istilah "Jargas", menjadi inisiasi pembangunan infrastruktur migas. Munculnya periodesasi Jargas APBN sejak 2008 yang melengkapi kegiatan Perusahaan Gas Negara dalam penyediaan sumber energi gas untuk rumah tangga di tahun tahun sebelumnya.

Rekaman informasi tentang konversi, diversifikasi atau penganekaan usaha untuk menghindari ketergantungan terkategori arsip permanen yang harus mengendap ke Pusat Arsip Kementerian Emergi dan Sumber Daya Mineral. Untuk itu Tim Arsip Ditjen Migas melalui rekomendasi Sesditjen Migas dan Biro Umum telah berhasil memindahkan fisik kertas arsip sebagai media rekaman memori kolektif energi.

Otoritas penyimpanan di Gedung Pusat Arsip yang beralamat di Tangerang Selatan, melalui surat tertanggal 1 September 2020 dengan mendasarkan pada Keputusan Menteri ESDM nomor 187 tahun 2020 tentang Jadwal Retensi Arsip Substantif dan Fasilitatif Kementerian ESDM, memfasilitasi penyimpanan memori kolektif energi dan sumber daya mineral.

Endapan informasi perencanaan pipanisasi atau Feed dan DEDC yang berlokasi di Bekasi, Depok, Medan, Palembang, Semarang, Surabaya, bermula pada tahun 2008. Setahun berikutnya setelah ada dokumen perencanaan yakni FEED dan DEDC atau Feasibility Studi dan dokumen UKK dan UPL untuk jaringan atau instalasi pipa dibawah 100 KM berproses kontruksi. Kota Palembang diantaranya berada di siring agung dan lorok pakjo. Untuk Kota Depok diantarnya di kelurahan Beji Timur, Kota Bekasi diantara ada di Kelurahan Bojong Rawalumbu dan seterusnya.

Hal - hal tersebut diatas menjadi pengantar tulisan kegiatan pemindahan arsip dari Unit Kearsipan Tingkat II Ditjen Migas ke Pusat Arsip KESDM dibawah naungan Unit Kearsipan Tingkat I Sekretariat Jenderal KESDM. Secara total sejak beberapa tahun lalu, pemindahan arsip dengan tema Jargas mencapai 788 boks dengan 1.494 nomor arsip.

Kurun waktu arsip jargas yang telah berhasil diendapkan di Pusat Arsip KESDM adalah 2008 sampai dengan 2012 dan sebagian tahun 2013 dan 2014. Sampai disini perlu diberikan catatan bahwa terdapat penugasan pertamina dan PGN dalam program jargas APBN. Setidaknya Untuk tahun 2015 sampai dengan 2021. Untuk itu perlu penelusuran dan penarikan arsip dari entitas kemigasan lainnya sehingga dapat menjamin kelengkapan memori kolektif energi cq. Gas Bumi. 

Kamis, 11 Agustus 2022

Layanan Ketatausahaan

Melalui Klinik Virtual Arsip Migas pada hari Jumat 5 Agustus 2022, survey kepuasan layanan ketatausahaan berhasil berhasil di bedah. Pendalaman pertanyaan survey terkait kemudahan prosedur persuratan dan kearsipan mendesak revisi dan penambahan SOP.

Sebanyak 68 responden yang mengisi survey kepuasan layanan internal dukungan manajemen Ditjen Migas, menyatakan Sangat Baik dan Baik. Hanya dua responden saja yang menyatakan kurang.

Perbaikan atau revisi Standar Operasional Prosedur (SOP) dikira perlu untuk menggaet kemudahan dalam pelaksanaan urusan administrasi perkantoran. Sebut saja SOP Pembuatan Naskah Dinas dan SOP Pengurusan Surat. Para pelaksana pada SOP tersebut bukan saja petugas administrasi. Hampir semua pegawai menindaklanjuti pekerjaan melalui penyusunan konsep naskah dinas.

Tantangan dalam layanan ketatausahaan ialah adanya dokumentasi persuratan yang terintegrasi. Dokumentasi harus dapat terbaca oleh pelaksana secara cepat dan lengkap. Contohnya riwayat disposisi pimpinan yang perlu dituangkan ke dalam format yang informatif.

Format penyelesaian surat yang terbagi alur masuk dan keluar memerlukan modifikasi. Alur masuk mencerminkan riwayat sejak dicatat-ke pimpinan dan sampai kepada pegawai. Alur surat keluar merupakan riwayat penyusunan konsep naskah sebelum disyahkan oleh pimpinan organisasi.

Sampai disini, informasi proses penyelesaian pekerjaan dapat ditinjau dari dokumentasi persuratan yang tertuang pada jurnal atau loogbook.

Diskusi layanan Ketatausahaan mengerucut pada perlunya SOP yang menjembatani alur masuk dan keluar yakni SOP pengunggahan net konsep surat keluar ke dalam aplikasi persuratan.

Diharapkan adanya SOP pengunggahan net konsep surat keluar akan meningkatkan kepuasan satker terhadap layanan ketatausahaan.


Rabu, 03 Agustus 2022

Rara dan Skuter



"Bukan karena mampu membelikan mainan, namun kesediaan menemani bermain anak" Pelajaran yang mencuat seiring rengekan Rara untuk ditemani bermain skuter barunya. Minggu, 31 Juli 2022 lepas menerima mainan barunya Rara pun begitu semangat menjajal sejak terbangun dari tidurnya.

Bisa jadi karena mampu membelikan mainan, kesediaan untuk menemani bermain kurang membara. Sebaliknya, ketidakmampuan membelikan mainan untuk anak, mendorong rasa empati kepada anak untuk menemani bermain.

Begitu kah kehidupan ini???? Pertanyaan pun dapat kita lebarkan demi mendalami pelajaran kebijaksanaan.

Anak, anugerah ilahi yang mengajarkan orang dewasa kembali melogika kehidupan. Logika yang waras selaras kehidupan yang penuh keberkahan.

Rabu, 27 Juli 2022

Kearsipan Digital

"Tinjaulah kebijakan kearsipan dengan perspektif digital" Kalimat yang melekat dalam memori otaku setelah mengikuti pemaparan kebijakan kearsipan digital oleh Direktur Kearsipan Pusat ANRI, Pak Imam Mulyantono. Bisa jadi pemahamanku akan berbeda dengan arsiparis lain yang mengikuti forum peningkatan kompetensi sumber daya kearsipan Kementerian ESDM.

Selasa, 26 Juli 2022 bertempat di Gedung Pusat Arsip Ponji Tangsel adalah ceritaku dalam komunitas kearsipan Kementerian ESDM. Komitmen pada kearsipan terus ditunjukkan oleh Kepala Biro Umum selaku pembina arsiparis dengan menyelenggarakan Forum Komunikasi pejabat Fungsional Arsiparis. Pun misalnya cerita sosialisasi arsiparis yang digawangi Biro Kepegawaian Dan Organisasi pada tahun 2014 (delapan tahun yang lalu) baca 👇


"Narasumber yang kemaren, cukup bagus" Kata pak Sabdo, arsiparis madya pada waktu rehat siang. Ya..menarik kiranya untuk menelisik satu dari berbagai pendekatan memahami arsip sebagai entitas. Bisa jadi pendekatan tersebut akan memudahkan agar arsiparis mempunyai perspektif digital.

Dulu, ada pendekatan kontek-konten-struktur dalam memaknai arsip. Pendekatan tersebut terafirmasi dengan memahami arsip sebagai entitas terkecil pembentuk fakta yang memintal peristiwa. 

Suatu peristiwa sebagai gambaran fakta, berisikan data, informasi, dan dokumen yang terbentuk dari arsip. Untuk itu, arsip menjadi entitas terkecil dari fakta. Arsip yang apa? Tentu arsip yang utuh, terpercaya, autentik, dan dapat digunakan. 

Bisa jadi kita tidak sependapat, karena selama ini yang menyelubungi pemahaman arsiparis bahwa arsip bukan saja dokumen. Arsip bisa berupa gedung, pelaku sejarah, naskah, dan format lainnya. Trus nalar kita diajak bingung, karena selama ini secara umum nalar kita akan mengatakan dokumen itu ya arsip atau sebaliknya arsip itu ya dokumen. 

Akhirnya, kebijakan kearsipan digital sesuai judul ceramah dari narasumber yang berasal dari Direktorat Kearsipan Pusat pada Deputi Pembinaan Kearsipan ANRI itu berhasil menyibak nalar transformasi digital. 

Bukankankah jelas dengan pembagian aplikasi Umum dengan Srikandi dan khusus sesuai substansi sektor urusan pemerintahan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden tentang SPBE yang diluncurkan pada tahun 2018. Kenapa perlu meninjau kembali konstruksi berfikir digital???. Baca 👇


#bingungKokAjakAjak #angelAngel


Senin, 25 Juli 2022

"Membingkai Kembali Profesi Kearsipan"

"kiprah arsiparis perlu disuarakan sehingga dapat menyentuh dukungan peningkatan kinerja sektor energi" Tutur Bu Upik Jamil, Karo Umum sekaligus sebagai Pejabat Tinggi Pratama Kearsipan Kementerian ESDM. Pidato pembukaan sekaligus suntikan motivasi kepada arsiparis, seolah medesak nalar ke dalam pendekatan komunitas.

Jumat, 22 Juli 2022. Lebih dari seratus insan Arsip ESDM berada di Auditorium Balai Pengujian Teknologi Mineral dan Batubara Bandung. "Seratus lima puluh orang yang mengkonfirmasi undangan Biro Umum", kata petugas penjaga absensi. Komunitas arsiparis energi beranjangsana dalam membingkai kembali profesi kearsipan Kementerian ESDM.

Derap kearsipan ESDM pun terkonfirmasi dengan kehadiran langsung Jabatan Pimpinan Tinggi yakni Ibu Karo Umum dan Pak Karo Ortala. Kehadiran JPT Pratama tersebut adalah bukti laik akreditasi Istimewa atau AA yang berlaku enam tahun sejak tahun 2022. Status Akreditasi yang diraih KESDM dari Arsip Nasional RI, buah komitmen pimpinan akan keberadaan arsiparis di Kementerian teknis.

Forum yang bertajuk reframing sumber daya kearsipan yang diusung unit kearsipan tingkat 1 di kementerian menargetkan kemeriahan nuansa penjaga memori kolektif sumber daya mineral termasuk didalamnya migas, batubara, tenaga listrik, panas bumi, biomassa, sampai konservasi energi. Penjaga memori kolektof organisasi negara dari pelaksanaan fungsi pemerintahan dalam mengawal pembangunan sektor energi dan sumber daya mineral.

106 orang dari kebutuhan 169 PNS di KESDM telah duduk dalam jabatan fungsional arsiparis sebagai basis potensi sumber daya kearsipan. Tambahan lain berasal dari petugas arsip melalui penugasan pimpinan yang notabene sebagai pengadministrasi umum, pengentri data, dan sekretaris pimpinan.

"Segera hidupkan forum komunikasi para arsiparis" Tegas karo Umum. "Membingkai kembali (reframing) sumber daya manusia kearsipan, bukan saja krn akreditasi bagus dan penghargaan Pengawasan, namun perlu muncul output nyata dalam menjaga memori kolektif bangsa, tambah Bu Upik.

Sebagai motor penggerak kearsipan, Kepala Biro Umum memiliki harapan yang realistis atas keberadaan arsiparis. Informasi tematik seperti potensi minyak pertama kali dimana? Mineral dan batubara pertama, emas pertama di Indonesia. Geologi kita banyak sekali yang dapat di naikan sebagai memori kolektif bangsa Indonesia seperti ciletu dapat menghiasi gedung Pusat Arsip KESDM di Pondok Ranji Ciputat, Banten.


Rabu, 20 Juli 2022

Bagian Tata Usaha di Direktorat

Berapa harga atau Job Prize Kepala Sub Bagian Tata Usaha kemudian di tulisan ini kita singkat menjadi "TU". Seberapa banyak beban kerja nya? Berbagai pertimbangan organisasi dipergunakan untuk menjustifikasi pengajuan ke KemenPAN dan RB untuk dapat ditempatkan di unit bentuk Biro dan Direktorat.

Kita ketahui bersama bahwa SOTK Kementerian ESDM versi 2021 setidaknya telah menempatkan tiga kasubag TU diantaranya TU Menteri, TU Sekjen, dan TU Staf Ahli. Gelombang aspirasi akan suntikan dukungan administrasi dan manajemen pimpinan melalui pendekatan organisasi termuat dengan pengusulan jabatan Kasubag Tata Usaha.

Hal tersebut diatas menjadi sekelumit isi diskusi yang digawangi Biro Ortala KESDM. Pro dan kontra akan agenda setting tersebut pun muncul bukan saja dari insan ketatausahaan. Para punggawa ortala di kesekjenan dan unit organisasi utama pun begitu cair untuk mendalami dan mengelaborasi.

Dari sudut kota Bandung, 20 Juli 2022 aku pun mengutarakan pendapat dalam forum dengan menyambut suka cita akan agenda setting adanya pengusulan jabatan TU di Direktorat. Menurutku, kondisi eksisting dimana dukungan dari sekretaris pimpinan yang notabene non PNS di ruang sekretariat pimpinan membutuhkan penguat posisi secara organisasi.

Aku pun menambahkan bahwa keberadaan jabatan TU di Sekretariat Pimpinan pada direktorat dapat menjadi tool mitigasi atau pengendalian resiko internal. Sebagai contoh terkait kearsipan dimana nuansa ketatnya kaidah masih menjadi ciri penyelamatan dokumen negara.

Pada setiap harinya, pengawasan (verifikasi) surat yang masuk ke Direktorat Jenderal tak lepas dari ratusan surat. Dokumentasi persuratan menjadi hal mendasar agar rekaman kegiatan dapat tersaji puluhan tahun mendatang. Tentu yang lebih mendesak adalah follow up atau tindak lanjut surat demi dukungan peningkatan kinerja unit organisasi.