Cumen cerita, Menyibak hikmah, ngaji, serba serbi, syukur, keseharian, hiburan, mikir, kearsipan

Senin, 14 Juli 2014

Konsesi tambang minyak zaman belanda

Artikel ini mengenai Penulisan kembali dari buku yang berjudul 100 Tahun perminyakan di Cepu yang diterbitkan oleh Pusat Pengembangan Tenaga Perminyakan dan Gas Bumi PPT Migas pada Juli 1994 tentang hal terkait minyak di Indonesia. 
  1. 1870, seorang insinyur Belanda bernama P. Van Dijk mengadakan survei di daerah Purwodadi Semarang mengenai rembesan minyak. 
  2. 1870 , seorang warga Belanda J.reenink melakukan pemboran di Cibodas Majalengka Cirebon Jawa Barat. pada akhirnya 
  3. 1873 J.reenink mendapatkan konsesi minyak Cibodas Majalengka . 
  4. 1875, seorang Belanda bernama H.A. Mansfeldt menyelidiki potensi minyak di Surabaya.
  5. 1883, seorang Inspektur Perkebunan Belanda yang bernama A.J.Zijlker meminta konsesi Minyak kepada sultan Langkat, Sumatera Utara. konsesi ini bernama langkat/tepi sungai lepan/telaga said.
  6. 1889, Konsesi Jabakota Jawa Timur oleh DPM. konsesi ini meliputi lapangan Kuti, lapangan lidah, dan lapangan kruka wonokromo.
  7. 1890 A.J.Ziljkler digantikan oleh de KONINKLIJKE (persereoan terbatas yang pusatnya di amsterdam).
  8. 1890 pencarian dan pengeboran minyak bumi di daerah Surabaya telah mendapatkan puluhan sumur
  9. 1893 Andrian Stop mengadakan eksplorasi minyak di daerah Panalon/Cepu Jawa Tengah
  10. 1894 de KONINKLIJKE mendapatkan konsesi minyak di Besitang (Aceh) dan ARU. kemudian muncul konsesi lainnya seperti konsesi peureula, konsesi pulau miang, konsesi Luis (Kutai)
  11. 1894, Konsesi tambang Tinawun diberikan kepada ch G. Ries2 dan Firmas anemet  Surabaya yang setahun kemudian perusahaan ini bernama K.T. Tinawun. 
  12. 1895 firma bernama Mac Neill & co mendapat konsesi minyak di purwodadi Semarang. 
  13. 1895 terdapat 12 sumur di bor di daerah ledok cepu jawa tengah
  14. 1898, konsesi tambang metatoe Jawa Timur kepada NV DPM.
  15. 1899 konsesi tambang panalon oleh AB Versteegh. konsesi minyak ini dijalankan oleh perusahaan yang bernama Dordtsche Petroleum Maatschppij disingkat DPM
  16. 1899 konsesi tambang Jepon
  17. 1905, Konsesi Tambang Tungkul  dan konsesi tambang minyak banyubang kepada NV Dordtsche Petroleum Maatschppij, dibalik nama ke Batasche Petroleum Mij (1923)
  18. 1907, de KONINKLIJKE merger dengan SHELL transport and trading Company (perusahaan Inggris) dan berubah nama menjadi Royal Dutch/Shell. 
  19. 1910 diberlakukan kontrak 5A yaitu konsesi yang diberikan dengan persyaratan waktu lebih singkat dan pungutan yang lebih tinggi dari konsesi sebelumnya.
  20. 1912 datanglah perusahaan minyak dari Belanda yang bernama Nederlandsche Koninklijke Petroleum Maatschppij disingkat NKPM. perusahaan NKPM mendapat konsesi Talang Akar, konsesi Sirak, Konsesi Lirik, konsesi Raja, dll.
  21. 1913 Dordtsche Petroleum Maatschppij disingkat DPM berubah nama menjadi Batasche Petroleum Maatschppij karena perpindahan kepemilikan modal
  22. 1918, konsesi tambang minyak metes kepada DPM, balik nama ke BPM pada 1933
  23. 1919 , konsesi Tambang Ngiono kepada DPM. konsesi ini mencakup dua lapangan minyak yakni lapangan gaplokan (terdiri 2 sumur)
  24. 1920 beroperasi perusahaan minyak bernama Nederlandsche Indische Aardolie Maatschppij disingkat NIAM. perusahaan NIAM beroperasi di Sumatera Selatan.
  25. 1920, konsesi tambang trembes
  26. 1921 konsesi tambang tawoen dan konsesi tambang Ngapus kepada NV BPM
  27. 1942, Indonesia direbut Jepang dari tangan Belanda

Tidak ada komentar: